Thursday, September 17, 2015

Legenda Titanoboa


Titanoboa yaitu genus yang telah punah dari ular berukuran sangat besar yang hidup di tempat yang kini dikenal sebagai La Guajira di timur maritim Kolombia.

Fosil Titanoboa (bertanggal sekitar 58 - 60 juta tahun yang lalu) ditemukan di Formasi Cerrejón pada tahun 2009 dalam sebuah ekspedisi oleh tim ilmuwan internasional yang dipimpin oleh Jonathan Bloch (ahli paleontologi vertebrata University of Florida), dan Caros Jaramillo (seorang paleobotanist dari Smithsonian Tropical Research Institute di Panama).


Ular raksasa ini hidup pada zaman Paleocene Tengah hingga Akhir (periode 10 juta tahun sesudah insiden kepunahan Cretaceous-Paleogene).

Satu-satunya spesies yang diketahui yaitu Titanovoa cerrejonensis, ular terbesar yang pernah ditemukan, mengganti pemegang rekor sebelumnya, Gigantophis (ular raksasa berukuran 9,3 hingga 10,7 meter yang telah punah).


Nama Titanoboa berasal dari kata "titan" dan "boa" atau "titanic boa" (ular boa raksasa).

Julukan spesies cerrejonensis merujuk kepada tambang kerikil bara Cerrejón dan Formasi Cerrejón, tempat di mana fosil ini ditemukan.

Vertebrata Titanboa dan Anaconda

Dengan membandingkan ukuran dan bentuk fosil vertebratanya dengan ular yang masih hidup, peneliti memperkirakan bahwa individu terbesar dari T. cerrejonensis mempunyai panjang total sekitar 12,8 meter dan berat sekitar 1,135 kg.


Titanoboa menghuni hutan neotropik yang tercatat pertama di dunia, membuatkan ekosistem dengan buaya purba besar dan kura-kura raksasa, yang mungkin berfungsi sebagai makanan ular raksasa ini.


Paleografi Paleocene Akhir yaitu wilayah rawa yang tersembunyi (pesisir), terlindungi oleh bukit Guajira yang kemudian muncul di barat dan Serranía del Perijá yang perlahan naik di timur, dengan sambungan terbuka ke proto-Caribbean di utara.


Sementara awalnya dianggap telah menjadi predator puncak dari ekosistem Paleocene di mana ia tinggal, analisis elemen tengkorak Titanoboa mempunyai ciri unik terhadap boidae (keluarga ular pelilit primitif) lainnya.

Ini menunjuk pada genus yang lebih banyak didominasi piscivorous (pemakan ikan), sifat unik untuk Titanoboa di antara semua boids.

Ukuran T. cerrejonensis telah memperlihatkan petunjuk wacana iklim Bumi selama keberadaannya. Karena ular yaitu ektoterm, inovasi ini menyiratkan bahwa kawasan tropis, habitat ular ini, niscaya lebih hangat dari yang diperkirakan sebelumnya, rata-rata sekitar 32 °C (90 °F).

Iklim Bumi yang lebih hangat selama masa T. cerrejonensis memungkinkan ular berdarah cuek untuk mendapat ukuran yang jauh lebih besar daripada ular modern.

Saat ini, hewan ektoterm besar ditemukan di kawasan tropis yang terpanas, dan yang lebih kecil ditemukan lebih jauh dari khatulistiwa.

Namun, peneliti lain tidak oke dengan perkirakaan iklim di atas.

Sebagai contoh, studi tahun 2009 di jurnal Nature menerapkan model matematika yang dipakai untuk fosil kadal purba dari Australia yang beriklim sedang, memperkirakan bahwa kadal ketika ini yang tinggal di kawasan tropis seharusnya bisa mencapai panjang 10 hingga 14 meter.

Dalam kritik lain yang diterbitkan dalam jurnal yang sama, Mark Denny (spesialis dalam biomekanika) mencatat bahwa ular itu sangat besar dan manghasilkan begitu banyak panas metabolik, bahwa suhu lingkungannya harus empat hingga enam derajat lebih cuek daripada asumsi ketika ini, atau ular itu akan kepanasan.

Pada 22 Maret 2012, replika model skala penuh dari Titanoboa berukuran 14,6 meter, dan berat 1,135 kg ditampilkan di Grand Central Terminal di New York City.


Itu yaitu promosi untuk program TV di Saluran Smithsonian berjudul Titanoboa : Monster Snake yang ditayangkan pada 1 April tahun 2012.

Dugaan penampakan ular raksasa

Berabad-abad yang lalu, banyak penampakan yang dialami oleh penjelajah dan penduduk orisinil Amazon bahwa mereka telah melihat ular-ular yang sangat besar dari berukuran panjang 50 hingga 100 kaki (15 - 30 meter) dengan berat yang ekstrem, menyerupai 5 ton.

Beberapa hebat zoologi berspekulasi bahwa genus Anaconda mungkin sanggup dikembangkan secara genetis sebagai spesies yang berbeda di wilayah tertentu, dan menjadi spesies raksasa gres kalau hibridisasi (perkawinan silang) telah terjadi dengan spesies menyerupai Madtsoia bai (genus ular Madtsoiid yang telah punah).

(Sumber : Titanoboa, Titanoboa)

Sumber http://blogmisteritesla.blogspot.com

About the Author

Admin Neter

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 comments:

Post a Comment


iklan

 

Copyright © Aneh Di Dunia. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com