Sunday, June 2, 2019

Konsep Ijab Kabul Unik Anti Mainstream Di Luar Nalar

Beberapa waktu lalu, di Indonesia sempat viral ihwal ijab kabul yang dilakukan di SPBU. Pernikahan yang dilakukan di SPBU itu memang bukan sengaja dilakukan di SPBU, melainkan mempunyai alasannya sendiri. Alasannya tak lain ialah banyaknya tamu yang datang, sehingga rumah mempelai perempuan tak cukup menampungnya. Selain hanya foto prewed ekstrim,  ternyata di cuilan dunia lain, ada juga ijab kabul yang cukup unik dan tak biasa. Seperti apa ijab kabul yang anti mainstream itu? Langsung simak di bawah ini.

Pernikahan dalam air

 di Indonesia sempat viral ihwal ijab kabul yang dilakukan di SPBU Konsep Pernikahan Unik Anti Mainstream Di Luar Nalar

Jika di Indonesia ada ijab kabul yang dilakukan di SPBU, maka pasangan yang satu ini menikah di dalam air. Mereka ialah Chris dan Janet Wright. Pasangan  tersebut melaksanakan ijab kabul di dalam Danau kepulauan Maladewa. Bahkan, sebelumnya, ketika melaksanakan program tunangan, pasangan ini juga melakukannya di dalam air. Ternyata, pasangan ini memang dikenal sebagai seorang penyelam. Makara masuk akal saja jikalau mereka melaksanakan ijab kabul mereka di dalam air, biar sesuai dengan profesi mereka.

Karena di dalam air mereka tak dapat berbicara, maka di dalam air mereka mengucapkan kesepakatan ijab kabul dengan cara menulisnya di kertas menggunakan pensil. Pasangan asal Inggris ini menikah di kedalaman 12 meter di bawah permukaan air. Panggung daerah duduk mempelai ditata menyerupai sungguhan dengan dekorasi bunga dan tirai serta ucapan selamat datang. Apakah di antara kalian ada juga yang ingin mencoba untuk menikah di dalam air?

Pernikahan anti gravitasi

 di Indonesia sempat viral ihwal ijab kabul yang dilakukan di SPBU Konsep Pernikahan Unik Anti Mainstream Di Luar Nalar

Jika kalian merasa ijab kabul di dalam air masih kurang greget, maka kali ini ada ijab kabul yang tak kalah unik, yaitu ijab kabul anti gravitasi. Yang melaksanakan ijab kabul anti gravitasi ini ialah Noah Fulmor dan Erin Finnegan. Diketahui, pasangan asal New York, Amerika Serikat itu menyewa jasa perusahaan penerbangan pesawat komersial Zero Gravity atau ZERO-G untuk melangsungkan upacara ijab kabul mereka. Zero Gravity mendesain pesawat Boeing 727-200 dengan gaya gravitasi nol sehingga penumpang akan benar-benar merasa menyerupai dalam perjalanan luar angkasa.

Menurut juru bicara Zero Gravity, pasangan itu berangkat menggunakan Boeing 727-200 yang meluncur dari Kennedy Space Center di Cape Canaveral pada tanggal 20 Juni 2009 lalu. Pasangan Noah dan Erin ialah pasangan pertama di dunia yang menikah di gravitasi nol. “Ini ialah pengalaman yang luar biasa, menggembirakan dan cara yang unik bagi Anda untuk memulai hidup yang gres bersama-sama,” ujar Noah.

Tertarik untuk menikah di gravitasi nol? Mungkin kalian harus merogoh kocek cukup dalam, mengingat untuk bermain dalam pesawat ini saja membutuhkan biaya sebesar USD 4.950 atau setara Rp 74 juta. Tentunya, untuk biaya menikah membutuhkan biaya yang lebih besar lagi. Sayangnya, website resmi dari ZERO-G tak mencantumkan harganya.

Pernikahan pakai buldoser

 di Indonesia sempat viral ihwal ijab kabul yang dilakukan di SPBU Konsep Pernikahan Unik Anti Mainstream Di Luar Nalar

Jika biasanya ijab kabul menggunakan kendaraan beroda empat yang anggun dan indah, namun untuk ijab kabul yang berlangsung di Tiongkok ini, kalian tak akan menemukan mobil-mobil indah itu, melainkan kalian akan melihat deretan buldoser. Pasangan ijab kabul unik ini berasal dari kota Yanchang, Provinsi Shaanxi, Tiongkok. Pengantin ini tidak diketahui nama lengkapnya, namun sang mempelai laki-laki mempunyai marga An. An dan istrinya tak ingin ijab kabul mereka biasa-biasa saja. Karena itulah An menggagas ide unik dengan meminta teman-temannya mengumpulkan bulldozer sebagai kendaraan beroda empat pengantin di hari pernikahannya

Menurut tradisi Tiongkok, pengantin laki-laki akan tiba ke rumah pengantin perempuan dan menjemput calon istrinya. Sudah pasti, di wilayah rumah mempelai wanitanya terjadi kehebohan, alasannya ialah adanya iringan buldoser yang menuju ke rumah mempelai wanita.

Jarak rumah mereka sekitar 10 km, cukup jauh, apalagi harus ditempuh menggunakan buldoser. Namun perjalanan yang ditempuh An tak terasa melelahkan, alasannya ialah An akan menikahi perempuan yang paling ia cintai dengan cara yang tidak biasa. Setelah An menjemput calon istrinya, sang pengantin perempuan juga naik ke atas buldoser dan dibawa keliling kota. Hal ini terang menarik perhatian para warga, namun kedua pengantin gres ini santai saja dan menikmati hari Istimewa mereka di atas buldoser. Ternyata, kendaraan berat yang digunakan untuk proyek bangunan juga dapat berkembang menjadi kendaraan yang romantis.

Pernikahan di tengah erupsi

 di Indonesia sempat viral ihwal ijab kabul yang dilakukan di SPBU Konsep Pernikahan Unik Anti Mainstream Di Luar Nalar

Pernikahan yang satu ini lebih greget lagi, pasalnya mereka menikah ketika sedang erupsi gunung berapi. Pasangan itu ialah Arlo Gerald De La Cruz dan Maria Hussa Maica Nicerio. Mereka menikah di provinsi Albay, Filipina, tepatnya di Gunung Mayon, pada bulan Januari lalu. Gunung Mayon sendiri mulai erupsi pada awal bulan Januari. Badan Vulkanologi setempat sudah tetapkan status siaga dua dan ribuan orang yang berada dalam zona ancaman telah dievakuasi. Dalam foto yang beredar, kedua pengantin terlihat berfoto di sebuah balkon sambil saling berhadapan mesra. Di latar belakang daerah mereka berfoto, terlihat terang gunung yang diselimuti awan dan tengah mengeluarkan asap. Mayon sendiri ialah gunung paling aktif di Filipina.

Untungnya, ijab kabul mereka itu dilangsungkan di zona aman. Keduanya menikah di Gereja Our Lady of the Gate Parish, Kota Daraga sehingga pemberkatan dapat berlangsung sesuai rencana. Walau begitu, pasangan ini sempat khawatir planning hari senang mereka mengalami masalah. Di ketika semua orang mempunyai kekhawatiran ihwal letusan gunung berapi yang akan memengaruhi ijab kabul tersebut, vendor yang ikut berpartisipasi dalam pernikahan, Nebreja Brothers Media, malah mendapat momen yang luar biasa. Putra dari Joan Nebreja, pemilik vendor tersebut, yang merupakan seorang fotografer, berhasil mengambil foto kedua pengantin dengan latar belakang kepulan asap hasil erupsi. Hasil fotonya pun terlihat menakjubkan.

Sontak foto ini menarik perhatian para netizen. Mereka pun ramai mengagumi foto dan memberi selamat kepada mereka berdua. Meski begitu, ada pula beberapa orang yang justru mengkritik kedua pengantin atas pemilihan lokasi di mana banyak orang menderita alasannya ialah fenomena tersebut. Dikabarkan sebanyak 75 ribu tengah dievakuasi untuk menghindari ancaman letusan gunung itu.

Foto mereka berdua itu mengingatkan orang-orang akan sebuah dongeng cinta kuno lokal. Dikisahkan dahulu ada seorang perempuan berjulukan Magayon yang melarikan diri dengan kekasih alasannya ialah ada laki-laki yang tidak diinginkannya melamar. Namun ketika pelarian, kekasih Magayon meninggal alasannya ialah dibunuh dengan panah. Magayon karenanya tetapkan untuk bunuh diri. Legenda pun mengisahkan jikalau keduanya dikubur di gunung tersebut.

Pernikahan di atas gunung

 di Indonesia sempat viral ihwal ijab kabul yang dilakukan di SPBU Konsep Pernikahan Unik Anti Mainstream Di Luar Nalar

Tahun 2014 lalu, pasangan Jamie Alperin dan David Lamb mengucapkan kesepakatan ijab kabul mereka di atas sebuah gunung setinggi 702 meter. Pasangan yang dikenal suka berpetualang ini menikah di gunung Stawamus Chief atau biasa disingkat The Chief. Untuk hingga ke atas, mereka harus mendaki gugusan batuan granit yang berada di bersahabat kota Squamish, British Columbia, Kanada. Tempat ini dipilih oleh Jamie dan David sehabis mereka terinspirasi oleh sahabat mereka yang suka panjat tebing.

Pasangan asal Kanada ini menghabiskan sekitar 7 ribu Poundsterling (sekitar Rp 138 juta) untuk menggelar upacara ijab kabul unik itu. Berbekal semua peralatan panjat tebing dan perkakas keamanan, pasangan ini memanjat The Chief dan mengabadikan semua momen, mulai dari bawah hingga bab puncak.

Tak ada musik, tak ada altar dan bunga-bunga, bahkan tak ada tamu ketika Jamie dan David mengucapkan kesepakatan pernikahan, hanya ditemani seorang pengambil foto. Tak semua orang mau mendaki tebing tinggi, sehingga hanya pasangan ini yang menikmati pemandangan indah dari atas tebing sebagai pasangan suami istri. Walaupun sulit, tetapi ijab kabul unik ini akan mereka kenang selamanya.

Itulah ijab kabul anti mainstream yang pernah terjadi di dunia. Apakah kalian juga ingin menyusul mereka untuk melaksanakan ijab kabul yang anti mainstream? Atau kalian hanya ingin melaksanakan ijab kabul yang biasa-biasa saja?

Sumber:
https://travel.detik.com/international-destination/d-3156100/menikah-di-gravitasi-0-mau
https://blogger-detik.blogspot.com//search?q=foto-pernikahan-paling-ekstrim-anda-berani-coba
https://wolipop.detik.com/read/2018/01/26/160435/3835128/854/dramatis-pasangan-ini-menikah-dengan-latar-belakang-gunung-meletus
https://lifestyle.okezone.com/read/2018/01/29/196/1851576/letusan-gunung-mayon-jadi-latar-belakang-foto-pernikahan-yang-menakjubkan
https://www.boombastis.com/keren-pasangan-ini-mendaki-kemudian-menikah-di-atas-tebing/2563
http://aceh.tribunnews.com/2018/06/17/6-resepsi-pernikahan-paling-unik-di-dunia-mana-favoritmu?page=all

Sumber https://anehdidunia.blogspot.com

About the Author

Admin Neter

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 comments:

Post a Comment


iklan

 

Copyright © Aneh Di Dunia. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com