Ular pastinya bukanlah binatang yang asing bagi kita semua. Bentuknya yang panjang dan tidak berkaki menjadikan binatang bersisik ini sangat praktis dikenali oleh siapapun. Di sisi lain, ular juga ditakuti oleh insan alasannya ialah sejumlah ular bisa menghasilkan racun yang mematikan bagi manusia. Sementara ular-ular tertentu yang tidak beracun semisal piton dan anakonda bisa membunuh lawannya dengan cara melilitnya sampai tewas.
Kedua metode tadi ternyata hanyalah sebagian kecil dari teladan sistem pertahanan diri yang dipakai oleh ular. Ular-ular jenis tertentu diketahui mempunyai teknik pertahanan diri yang unik dan tidak lazim biar peluangnya untuk bertahan hidup dari terkaman musuh-musuhnya. Berikut ialah teladan dari teknik-teknik pertahanan diri tersebut:
1. Menyemburkan Racun
Ular kobra ialah salah satu ular yang paling populer di dunia. Tudung lebar yang ada di kepalanya mengakibatkan ular ini sangat praktis dibedakan dari ular-ular jenis lainnya. Tudung itu sendiri dipakai oleh ular kobra untuk menakut-nakuti musuhnya biar dirinya terlihat lebih besar. Ular kobra juga populer alasannya ialah ular ini mempunyai racun yang amat mematikan, termasuk bagi manusia.
Ada beberapa jenis ular kobra yang sudah diketahui manusia. Adapun dari sekian banyak ular kobra tadi, salah satu spesies kobra yang paling unik ialah ular kobra penyembur. Kobra ini mempunyai nama julukan demikian alasannya ialah ular ini memang sanggup menyemburkan racunnya dari jarak yang jauh.
Kobra peludah mempunyai sepasang taring di lisan serpihan atasnya dan terhubung dengan kelenjar racun di serpihan atas mulutnya oleh semacam saluran. Bila ingin menyemburkan racun, otot di serpihan terusan racunnya akan mengerut ehingga racun dari kelenjar akan mengalir ke dalam terusan racun di dalam taringnya dan tersembur keluar.
Semakin besar lengan berkuasa otot tersebut mengerut, maka tekanan pada terusan racunnya juga akan semakin besar lengan berkuasa dan jarak tembaknya meningkat. Saat menyemburkan racunnya, kobra penyembur biasanya akan mengincar serpihan mata untuk melumpuhkan penglihatan musuhnya sesegera mungkin.
2. Pura-Pura Mati
Ular hidung babi ialah jenis ular yang memperoleh nama demikian berkat moncong atasnya yang terlihat sempit ibarat hidung babi. Ketika merasa terancam, ular ini akan melindungi diri dengan cara berpura-pura mati. Supaya “kematian”nya terlihat semakin meyakinkan, ular ini akan berbaring dalam posisi terbalik sambil membuka mulutnya. Ular ini juga akan mengeluarkan bacin kedaluwarsa dari anusnya biar musuhnya benar-benar mengira kalau ular ini sudah mati dan membusuk.
Teknik pertahanan diri yang dilakukan oleh ular hidung babi sepintas terlihat beresiko. Pasalnya dengan berpura-pura mati, ular ini menempatkan dirinya sendiri dalam situasi yang berbahaya alasannya ialah pemangsanya jadi lebih praktis untuk menyerangnya. Bukan hanya itu, kendati binatang pemangsa lazimnya menentukan mangsa yang masih segar dan hidup, tidak jarang seekor binatang pemangsa menentukan untuk mengkonsumsi bangkai kalau dirinya sudah benar-benar lapar.
Menurut kolumnis situs Reptiles Magazine, teknik ini nampaknya dilakukan oleh ular hidung babi alasannya ialah ular yang bersangkutan sudah memperhitungkan karakteristik binatang yang hendak memakannya. Dengan berpura-pura mati sambil mengeluarkan bacin yang menyengat, binatang yang hendak memangsanya jadi mengurungkan niatnya alasannya ialah mengira bangkau tersebut sudah membusuk dan mengandung penyakit.
Metode akal-akalan mati ini diketahui hanya dilakukan oleh jenis ular hidung babi yang menempati daerah Amerika Utara. Sementara ular hidung babi yang hidup di Amerika Selatan lebih menentukan untuk mengandalkan warnanya yang mencolok biar musuhnya tahu kalau ular ini beracun.
3. Menggoyangkan Ekor
Ular derik bisa dikatakan sebagai ular yang sama terkenalnya dengan ular kobra. Jika kobra praktis dikenali dengan melihat tudung kepalanya yang lebar, maka ular derik populer alasannya ialah serpihan ekornya mempunyai sisik khusus yang mengakibatkan bunyi gemerincing atau berderik ketika digoyang-goyangkan.
Bukan untuk iseng semata ular derik mempunyai ekor demikian. Ketika ekornya digoyangkan sampai berbunyi, ular ini secara tidak pribadi ingin memperingatkan musuhnya biar tidak macam-macam dengannya kalau masih ingin selamat. Dengan begitu, ular derik bisa memaksa musuhnya mundur tanpa harus membuang-buang racunnya. Ular derik juga memakai teknik ini kepada hewan-hewan besar yang tengah melintas biar mereka mengetahui keberadaan ular derik dan tidak menginjaknya tanpa sadar.
4. Menjadi Bola
Banyak binatang karnivora yang sengaja mengincar serpihan kepala atau leher mangsanya ketika menyerang. Alasannya tidak lain alasannya ialah kedua serpihan badan tersebut merupakan serpihan badan yang vital. Sebagai contoh, ketika serpihan tenggorokan seekor binatang terluka, maka binatang yang bersangkutan jadi kesulitan bernapas dan jadi lebih praktis dilumpuhkan.
Hal tersebut dipahami oleh piton bola. Ketika dirinya merasa terancam, ular gempal tersebut akan pribadi menggulung dirinya sampai jadi berbentuk ibarat bola. Dengan mengubah dirinya menjadi ibarat ini, serpihan kepalanya pun menjadi lebih sulit untuk diserang. Manfaat lain dari menggulung diri ialah ular yang sama bisa menggelindingkan dirinya sendiri ke tempat yang lebih kondusif biar dirinya bisa melarikan diri sambil tetap memastikan bagian-bagian vitalnya berada dalam posisi terlindung.
5. Meniru Warna Ular Lain
Banyak binatang berbisa yang mempunyai badan yang berwarna-warni. Bukan alasannya ialah mereka ingin pamer lantas mereka mempunyai warna demikian. Mereka mempunyai kombinasi warna-warna yang mencolok biar musuhnya tahu kalau binatang yang bersangkutan mempunyai racun yang mematikan. Dengan begitu, diperlukan musuh jadi mengurungkan niatnya untuk menyerang binatang tadi alasannya ialah ia beresiko mati jawaban terkena racun dari mangsanya sendiri.
Hal itulah yang dimiliki oleh ular koral. Ular berbisa ini mempunyai badan dengan sisik berwarna merah, kuning, dan biru yang tersusun secara berselang seling. Adapun selain ular koral, ular susu diketahui juga mempunyai sisik dengan kombinasi warna merah, hitam, dan putih. Yang menarik ialah kalau ular koral mempunyai warna demikian alasannya ialah dirinya memang beracun, ular susu justru tidak mempunyai racun sama sekali.
Ternyata ada alasan khusus di balik pewarnaan yang dimiliki oleh ular susu. Karena kombinasi warna sisiknya sepintas terlihat serupa dengan ular koral, binatang pemangsa tidak akan mencoba menyerang ular susu alasannya ialah mengira ular susu sama berbahayanya dengan ular koral. Dalam ilmu biologi, teknik pewarnaan yang menjiplak warna binatang beracun ini dikenal dengan istilah mimikri.
6. Terbang
Ya, anda tidak salah baca. Ada ular yang menghindari musuhnya dengan cara terbang ke udara. Lebih uniknya lagi, ular yang memakai metode ini ternyata tidak mempunyai sayap sama sekali. Ular dengan kemampuan unik tersebut ialah ular terbang yang habitat liarnya tersebar mulai dari India sampai Indonesia.
Ular terbang mempunyai kebiasaan untuk tinggal di puncak pohon. Berkat lokasi tinggalnya tersebut, ular ini cukup terlindung dari hewan-hewan pemangsa yang tinggal di permukaan tanah. Namun lain ceritanya ketika ular ini bertemu dengan binatang pemangsa yang bisa menyerang ular ini di ketinggian.
Saat itulah ular terbang memakai kemampuan menghindarnya yang legendaris. Ular ini akan melempar dirinya ke udara dan memipihkan tubuhnya sendiri biar bisa menangkap pemikiran udara. Kurang lebih ibarat seorang penerbang layang atau gantole yang tinggal landas dari ketinggian. Jika ingin mengubah arah, ular ini hanya perlu meliuk-liukkan tubuhnya. Dengan cara terbang pulalah, ular ini bisa berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya tanpa harus turun ke tanah.
Sumber :
https://www.livescience.com/53333-milk-snakes.html
https://en.wikipedia.org/wiki/Coral_snake
http://en.wikipedia.org/wiki/Naja_sumatrana
http://www.reptilesmagazine.com/Why-Do-Hognose-Snakes-Play-Dead/
https://www.nationalgeographic.com/animals/reptiles/group/flying-snakes/
Sumber http://www.anehtapinyata.net







0 comments:
Post a Comment