Saturday, February 22, 2020

Misteri Suara Terompet Langit - Penjelasan

Pada tanggal 11 Agustus 2011, di Kiev, Ukrainia, suara keras terdengar membahana di langit. Suara yang terdengar mirip terompet tersebut segera menjadi viral yang kemudian memunculkan semakin banyak laporan dari seluruh dunia mengenai suara terompet langit yang misterius ini. Apakah kita sedang mendengar bunyi sangkakala terakhir yang menandakan berakhirnya dunia ini?

Empat tahun yang lalu, tidak ada yang menaruh perhatian kepada video Kiev. Terima kasih untuk Youtube dan media mainstream, sekarang kita mendapatkan diskusi hangat tentang sangkakala akhir zaman. Kalian bisa melihat videonya disini:


Sebelum kita masuk ke soal Kiev, ada baiknya kita mengenal beberapa istilah yang berkaitan dengan fenomena suara-suara aneh semacam ini.
Beberapa media mengaitkan suara Kiev dengan fenomena fortean yang disebut “The Hum”. Padahal, keduanya adalah hal yang berbeda. 
The Hum sendiri adalah fenomena seperti suara dengungan yang berfrekuensi rendah dan tidak audible sehingga tidak akan bisa direkam untuk diperdengarkan kembali. Saya sudah pernah menjelaskan soal fenomena ini disini

Lalu ada lagi istilah yang disebut skyquake, atau gempa langit. Istilah ini pertama kali digunakan oleh Charles Fort, peneliti peristiwa fortean yang legendaris. Fenomena ini adalah suara misterius yang tidak diketahui asalanya dan terdengar seperti tembakan meriam, sonic boom atau suara gemuruh atau gempa. Keberadaan fenomena ini sudah dilaporkan sejak ratusan tahun yang lalu. 

Sir George Darwin, putra dari Charles Darwin yang juga seorang ahli geofisika, pernah memantau fenomena ini dan menelitinya. Hasil penyelidikannya ini menjadi sebuah karya penelitian yang cukup komprehensif mengenai Skyquake.
Selain dikenal dengan istilah skyquake, fenomena ini juga punya beberapa istilah lain, yang paling terkenal adalah Guns of Seneca (merujuk kepada suara yang terdengar di sekitar Danau Seneca di Amerika Serikat), Guns of Barisal (merujuk kepada wilayah di Bangladesh), Mistpouffers (belgia), Fog Guns atau Uminari (Jepang). 
Jadi, jika kita ingin mengkategorikan fenomena Kiev, maka lebih pas jika kita menyebutnya “Skyquake” dibanding “The Hum”. 
Mengenai video-video yang heboh belakangan, kita bisa mengabaikan sebagian besar diantaranya karena video-video tersebut adalah hoax yang dibuat oleh para youtubers iseng. 
Paling tidak kita bisa mengkonfirmasi bahwa beberapa video terompet langit adalah hoax.
Contohnya adalah video terompet langit yang diambil di Edmonton, Canada. Video itu ternyata dibuat oleh pelajar lokal bernama Claudine Gladue yang menggunakan suara dari Video Terompet Langit Conklin, juga di Kanada. Ia merekam situasi kota dari balkonnya sambil memperdengarkan rekaman Conklin dari laptopnya.


Video Conklin sendiri juga terbukti hoax. Ketika suara terompet dari Kiev dan Conklin dibandingkan, keduanya memiliki gelombang suara dan background noise yang sama yang berarti bahwa suara terompet langit di video Conklin diambil dari suara terompet langit video Kiev. Mungkin saja dilakukan dengan cara yang sama dengan metode Claudine.


Lalu, ada juga video Amarillo. Ini juga hoax yang dibuat oleh Jason Boyett. Ia bahkan sampai mengupload video yang menunjukkan bagaimana mudahnya membuat video palsu semacam itu.

Kemudian ada video terompet langit Jerman. Analisis menunjukkan bahwa video itu menggunakan suara terompet langit Kiev dengan pitch yang diturunkan tiga semitones.

Memang ada banyak video suara-suara terompet langit yang lain yang tidak bisa kita verifikasi. Namun untuk kehebohan yang terjadi beberapa hari ini, kita dapat menyimpulkan bahwa semuanya bermula dari video Kiev.

Beberapa youtubers dengan tepat menunjukkan bahwa suara terompet Kiev memiliki kemiripan dengan suara alien tripod dari film Tom Cruise yang berjudul War of the Worlds yang dirilis pada tahun 2005 dan suara terompet dari film Red State yang dirilis pada tahun 2012.

Kesamaan karakter suara yang unik ini sepertinya tidak bisa diabaikan begitu saja. Karena itu banyak yang curiga bahwa video Kiev dibuat dengan menggunakan suara tripod dari film War of the Worlds sebagai bahan viral marketing untuk Film Red State atau untuk film lain yang akan dirilis seperti Godzilla atau Cloverfield II. 
Seorang Youtuber mencoba untuk menganalisis kesamaan suara terompet Kiev dengan suara tripod War of the Worlds dan menemukan adanya kesamaan pada background noise, yaitu suara burung.


Karena video ini agak panjang, kalian bisa menemukan analisisnya mulai dari menit ke-5. Namun, setelah saya melihat cuplikan scene film War of The Worlds, saya tidak bisa menemukan suara burung yang dimaksud. Adegan yang disebut memiliki suara burung yang sama persis dengan Kiev adalah adegan pada detik ke-50.



Jadi untuk sementara analisis itu bisa kita abaikan walaupun menurut saya sendiri, kesamaan antara suara tripod dan terompet Kiev sendiri sudah bisa membuat kredibilitas video tersebut runtuh dengan sendirinya. 
Dengan demikian, jika saya diminta untuk menilai Video Kiev, maka saya condong kepada hoax walaupun belum bisa dibuktikan secara konklusif. Namun itu tidak penting dan saya merasa bahwa kita tidak perlu berusaha mati-matian untuk menemukan unsur hoax dalam rekaman-rekaman tersebut karena, seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, fenomena semacam ini adalah sebuah fenomena yang nyata dan sudah dilaporkan sejak ratusan tahun sebelumnya. 
Kita mungkin bisa membuktikan kepalsuan beberapa video, namun fakta bahwa masyarakat di sebagian wilayah di dunia ini memang mendengar suara semacam itu tidak bisa kita bantah. 
Lalu jika memang fenomena ini nyata, apakah ada penjelasan ilmiahnya? 
Tentu saja. Namun seluruh kasus yang ada tidak boleh digeneralisir. Masing-masing memiliki sumber masalahnya sendiri-sendiri. 
Salah satu laporan mengenai fenomena ini yang cukup terkenal adalah apa yang dijuluki “Moodus Sounds”. 
Moodus adalah sebuah kota yang terletak di Connecticut, Amerika Serikat, dimana para penduduk di kota ini telah mendengar suara-suara misterius di langit selama ratusan tahun. 
Suara-suara tersebut kadang terdengar seperti gemuruh yang aneh atau seperti pohon raksasa yang tumbang. 
Tidak ada yang pernah tahu darimana asal suara tersebut. Nama “Moodus” sendiri berasal dari bahasa suku Indian setempat, Wangunk, yang menyebut wilayah itu “Machimoodus” atau “Tempat dengan suara-suara yang tidak enak”. Mereka percaya bahwa suara-suara tersebut berasal dari Dewa Hobomoko yang memiliki karakter tidak tenang, kasar dan berisik. 
Jadi ketika kaum Puritan menetap di wilayah itu tahun 1600-an, mereka mengira kalau setan-lah yang menyebabkan suara-suara tersebut (Sementara kita mengira malaikat-lah yang menyebabkannya). 
Namun misteri Moodus ini telah dipecahkan oleh para ahli geologi. Menurut mereka, suara-suara misterius tersebut berasal dari gempa mikro yang terjadi di wilayah itu. 
Dr. John Ebel, asisten direktur dari Weston Observatory di Massachusetts, mengatakan bahwa gempa mikro tersebut terjadi di kedalaman sampai 1 mil di bawah permukaan bumi dan biasa memiliki kekuatan antara 0 hingga 2 skala Richter. 
Gelombang Seismik yang muncul lolos ke permukaan dan berubah menjadi gelombang suara. 
Aktivitas seismik memang bukan hal yang aneh untuk kota Moodus. Contohnya, antara bulan Agustus dan Oktober 1981 sendiri, terdapat sekitar 500 guncangan yang terjadi di bawah permukaan bumi dan itu tidak dirasakan oleh para penduduk di atasnya.
Kisah lain yang mirip adalah yang terjadi di Clintonville, Wisconsin, Amerika Serikat. 
Pada bulan Maret 2012, selama beberapa hari, kota kecil itu diguncang oleh suara-suara misterius yang tidak diketahui asalnya. Kadang suara itu terdengar seperti suara guntur, kadang seperti suara logam yang beradu dan bahkan kadang terdengar seperti sebuah ledakan. 
Kejadian ini membuat resah para penduduk hingga pejabat setempat memutuskan untuk mengadakan penyelidikan. Mereka mulai dari cara yang paling tradisional, yaitu dengan melihat getaran pada cangkir kopi. Pada suatu pagi, suara keras misterius terdengar pada pukul 5 pagi. Namun tidak terlihat tanda-tanda getaran pada cangkir kopi. 
“Tidak ada yang tahu penyebabnya," Kata Tom Mitchell, penduduk lokal. “Mungkin saja ini sesuatu yang sangat buruk atau bagus. Tidak ada yang tahu.” 
Penduduk yang panik kemudian berkumpul di aula sebuah sekolah untuk mencari solusi. 
Salah satu peserta berkata, ”Mungkin cuaca musim panas telah membuat batu granit di bawah tanah bergeser.” 
Tanpa penelitian yang sungguh-sungguh, para penduduk hanya bisa berspekulasi. Jadi akhirnya pejabat lokal memutuskan untuk berkonsultasi dengan Badan Geologi Amerika Serikat (USGS). 
Hasilnya, para peneliti di badan itu menyimpulkan bahwa suara tersebut disebabkan oleh sekumpulan gempa mikro yang di-amplified oleh bebatuan unik di dalam tanah. 
Lisa Kuss, pejabat lokal yang dimintai keterangan, menyebutkan bahwa kota itu memang mengalami gempa ringan berkekuatan 1,5 skala richter pada hari sebelumnya. USGS mendasarkan kesimpulannya berdasarkan pada data dari delapan stasiun pemantau seismik. 
Di wilayah lain, gempa kecil semacam ini tidak akan bisa dirasakan,” Kata Kuss. “Namun jenis bebatuan yang terdapat di wilayah Wisconsin dapat mentransfer energi seismik dengan sangat baik.” 
Jelas kasus yang terjadi di Clintonville mirip dengan kasus Moodus. Penjelasan ini masuk akal dan didukung oleh data yang ada.
Selain berhubungan dengan gempa, suara-suara aneh di langit juga bisa berasal dari hasil pekerjaan manusia seperti pada kasus yang terjadi di Malaysia pada subuh hari tanggal 12 Januari 2012. 
Menurut Borneo Post, suara misterius di langit terdengar oleh para penduduk di Kota Samarahan antara pukul 2 hingga pukul 3 pagi. Suara tersebut dideskripsikan seperti suara raungan atau dengkuran, tergantung persepsi yang mendengarnya. 
Salah seorang saksi bernama Mohd Ferdauz Jemain yang tinggal di Kampung Meranek bercerita, ”Saat itu sekitar pukul 2 pagi ketika saya terbangun oleh suara-suara aneh. Suaranya terdengar sangat keras dan mirip dengan seseorang yang sedang mendengkur. Lalu, saya bangkit dari tempat tidur dan melihat apa yang sedang terjadi. Situasi saat itu cukup membuat bergidik. Saya tidak dapat menentukan arah suara itu, seakan-akan ia datang dari langit.” 
Kejadian ini menjadi diskusi hangat diantara warga dan kemudian media mulai memberitakannya. 
Beberapa penduduk menduga bahwa suara itu datang dari perusahaan sawit milik Felcra yang ada di Kampung Endap, walau kemudian kesimpulan ini diragukan karena suara tersebut terdengar hingga jarak 8 kilometer. 
Namun dugaan ini kemudian terbukti ketika pemerintah lokal membentuk komite penyelidikan yang terdiri dari anggota Badan Angkasa Malaysia dan Badan Meterologi Malaysia. Mereka menemukan bahwa memang suara itu berasal dari pabrik sawit tersebut. 
Pada waktu suara tersebut terdengar, pabrik tersebut sedang menguji mesin uap dan uap yang dihasilkan oleh tekanan tinggi, dibantu oleh pipa yang mengarah ke Samarahan dan kondisi sunyi pada subuh hari, telah menyebabkan suara misterius tersebut terdengar sampai jauh. 
Boleh percaya boleh tidak. Namun sekali lagi, jawaban ini masuk akal dan bisa diterima. 
Lain lagi kasus yang terjadi di Terrace, British Columbia, Kanada. Pada September 2013, penduduk kota juga dibingungkan dengan suara-suara aneh di langit, terdengar seperti suara mesin yang sedang bekerja, namun sumber suaranya tidak diketahui. Jika kalian mendengar suara tersebut (video di bawah), saya yakin kebanyakan diantara kalian akan bergidik.Video ini diupload oleh Kimberley Wookey, penduduk Lokal, dan merupakan salah satu video yang paling banyak diberitakan oleh media mainstream, termasuk oleh detikcom.


Suara apa itu? 

Jawabannya tiba beberapa hari kemudian. Halaman resmi Facebook kota Terrace memposting sebuah pengumuman yang memberitahu bahwa mereka adalah pihak yang bertanggung jawab atas suara-suara tersebut.
Menurut mereka, suara itu dihasilkan oleh para pekerja pemerintah yang sedang menggunakan buldozer di Bukit Lanfear. Namun penjelasan itu tidak begitu saja dipercaya. Lalu salah satu penduduk lokal bernama Purnell Good bertekad untuk membuktikannya sendiri. Jadi ketika suara-suara aneh itu terdengar lagi, ia menyusuri asal suara itu.


Apa yang ia temukan?

Ia menemukan bulldozer yang sedang bekerja di sebuah tempat parkir.
 

Terpecahkan?

Histeria massa memang menarik. Namun yang seringkali kita lupakan adalah, tidak semua pengguna media sosial itu jujur, termasuk youtubers, dan tidak semua media mainstream melakukan tugasnya dengan baik.

Ini menyebabkan kita sering menjadi objek eksploitasi keisengan sebagian orang. Manusia memang sering takut dengan apa yang tidak diketahuinya, namun itu tidak berarti kita harus berhenti mencari penjelasannya, termasuk soal suara terompet langit yang misterius.

Sumber http://www.enigmablogger.com/

About the Author

Admin Neter

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 comments:

Post a Comment


iklan

 

Copyright © Aneh Di Dunia. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com